TANJUNGBALAI — Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, dalam paparan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di hadapan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (1/4/2026), menyampaikan capaian signifikan yang dicapai oleh Kota Tanjungbalai dalam menurunkan tingkat pengangguran.
Pada tahun 2025, TPT kota ini tercatat sebesar 3,81 persen, menurun dari 4,08 persen di tahun 2024, menunjukkan tren positif dalam pengurangan pengangguran.
Dalam presentasi yang disampaikan melalui zoom meeting di Command Center Dinas Kominfo, Mahyaruddin mengatakan bahwa meskipun TPT Kota Tanjungbalai sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata TPT provinsi dan nasional yang masing-masing mencapai 4,74 persen, penurunan yang terjadi menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Pendaftaran Batch 2 Sertifikasi Ahli K3 Hari Ini, Kuota 2.100 Peserta "Dari tahun 2020 hingga 2025, tingkat pengangguran terbuka di Tanjungbalai terus mengalami penurunan. Pada tahun 2020 tercatat 6,75 persen, turun menjadi 3,81 persen pada tahun 2025. Ini adalah hasil dari upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam membuka peluang kerja," ujar Mahyaruddin.
Pada kesempatan itu, Mahyaruddin juga menjelaskan komposisi angkatan kerja Kota Tanjungbalai yang pada semester ke-2 2025 berjumlah 99.593 jiwa, dengan tingkat partisipasi kerja mencapai 73,02 persen.
Kota ini, yang sebagian besar bergantung pada sektor jasa dan perdagangan, terus berfokus pada pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran.
Sebagai bagian dari komitmennya, Pemkot Tanjungbalai telah menetapkan penurunan pengangguran sebagai salah satu prioritas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Fokus utama dari program ini adalah perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta pelatihan dan pemagangan, terutama bagi lulusan SMK.
Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain revitalisasi sektor jasa dan perdagangan, penguatan UMKM melalui pelatihan, bantuan peralatan, serta akses pasar yang lebih luas.
Selain itu, program magang dan sertifikasi kompetensi juga terus diperluas untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Pemerintah Kota Tanjungbalai juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Medan, Baznas Tanjungbalai, serta beberapa lembaga pelatihan keterampilan seperti Swadaya Training Center dan Mandiri Kursus.
Kerjasama ini telah melibatkan 1.180 tenaga kerja yang telah ditempatkan dalam berbagai sektor.