JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, meminta pemerintah daerah menyeleksi penggunaan anggaran di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik Timur Tengah.
Menurut Rifqi, para gubernur, bupati, wali kota, dan DPRD perlu menyisir alokasi APBD agar tepat sasaran.
"Di tengah situasi seperti ini, daerah harus benar-benar memilah mana yang prioritas untuk rakyat dan mana yang hanya bersifat sekunder atau tersier," katanya dalam rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri PANRB di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Bahlil Imbau Masyarakat Hemat BBM, “Tunggu Arahan Presiden” Rifqi menekankan bahwa pengadaan yang tidak mendesak, seperti pembangunan gedung untuk kepentingan pejabat atau kendaraan dinas, sangat sensitif.
Ia meminta Kemendagri mengawasi efisiensi anggaran daerah, sambil mendorong pemerintah pusat menyiapkan skenario alternatif di tengah ketidakpastian global. "Jika diperlukan dukungan regulasi, Komisi II siap membahasnya," tambah Rifqi.
Sebelumnya, Kemendagri mengungkapkan tengah membahas langkah penghematan anggaran sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyebut pembahasan dilakukan lintas kementerian untuk merumuskan kebijakan efisiensi anggaran yang tepat.
Selain itu, pemerintah memantau krisis energi BBM yang terjadi di berbagai negara akibat konflik global tersebut, yang turut berdampak pada perekonomian domestik.*(k/dh)