MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengonfirmasi bahwa seluruh pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di daerah tersebut telah berhasil dipindahkan ke hunian yang lebih layak.
Para korban yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini telah menempati hunian sementara (Huntara), hunian tetap (Huntap), atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, mengungkapkan bahwa kini Sumut telah mencapai status "zero pengungsi", dengan tidak ada lagi korban yang tinggal di tenda pengungsian.
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Paparkan Capaian Ekonomi Sumut 2025 dalam LKPJ, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Ketenagakerjaan "Sumut sudah zero pengungsi. Pengungsi yang sebelumnya berada di tenda, sudah menghuni huntara, huntap, ada juga yang mengontrak rumah sementara dengan dana yang disediakan pemerintah," ujar Basarin kepada wartawan di Medan, Senin (30/3/2026).
Menurut Basarin, saat ini pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap di berbagai daerah terdampak bencana di kabupaten/kota se-Sumut.
Salah satu pencapaian terbaru adalah penyerahan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang sudah diterima oleh masyarakat terdampak bencana.
"Minggu lalu telah diserahkan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Tapsel, kepada masyarakat terdampak. Sisa hunian tetap lainnya terus dikebut pembangunannya," tambah Basarin.
Pemerintah Provinsi Sumut juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya mempercepat pembangunan hunian tetap.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi negara, dan sektor swasta menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Pembangunan huntap dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Basarin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, institusi negara, serta pihak swasta dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dengan melibatkan banyak pihak, diharapkan percepatan pembangunan hunian yang layak bagi korban bencana bisa segera terwujud.