MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mengundang sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk membahas pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D).
Kegiatan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Jumat (27/3/2026).
Bupati H. Saipullah Nasution menyatakan, TP2D akan melibatkan tokoh pemuda, tokoh adat, dan tokoh agama yang dianggap memiliki pemikiran konstruktif untuk mendorong percepatan pembangunan Madina.
Baca Juga: Milad ke-61 Ketua TP PKK Madina Diisi Khataman Al-Qur’an dan Santunan Anak Yatim "Ini semata-mata pengabdian bagi masyarakat Madina tanpa honor atau bayaran," ujar Bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga menyoroti keberadaan PT Sorikmas Mining (SMM) yang memiliki lahan konsesi luas namun belum berproduksi sejak kehadirannya di Bumi Gordang Sambilan pada 1998.
Pemkab Madina telah menyurati perusahaan dan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara agar konsesinya dikurangi, sehingga investor lain bisa masuk.
Kapolres AKBP Bagus Priandy mengapresiasi forum silaturahmi ini. Ia menilai pertemuan tersebut memberikan ruang lahirnya ide-ide baru yang berdampak positif bagi kemajuan daerah.
Pj. Sekda Afrizal Nasution menambahkan, agenda ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari tokoh masyarakat agar program pembangunan Pemkab Madina dapat berjalan optimal.
"Dari tokoh masyarakat kita dapatkan informasi untuk percepatan pembangunan daerah, menuju Madina maju dan Madani," ujarnya.
Salah satu tokoh masyarakat, Khoiruddin Lubis, menekankan pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang lebih efektif pasca pemekaran Madina dari Tapanuli Selatan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, unsur Forkopimda, serta para kepala OPD dan camat se-Kabupaten Mandailing Natal.*
(dh)