TAPANULI UTARA — Pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.
Hunian tetap ditargetkan rampung bertahap pada Juni 2026 mendatang.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional Tito Karnavian meninjau langsung pembangunan hunian tetap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Absen Lebih 28 Hari, 3 ASN Tanjungbalai Langsung Diberhentikan! Percepatan pembangunan ditekankan tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
Maruarar menegaskan, pembangunan hunian tetap menjadi prioritas pemerintah.
"Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal layak," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Pembangunan hunian tetap dilakukan kolaborasi pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Target penyelesaian dibagi dua tahap: tahap pertama 68 unit rumah ditargetkan rampung pada 5 Mei 2026 dan akan langsung diserahkan kepada masyarakat, sedangkan tahap kedua 35 unit rumah dijadwalkan selesai pada 30 Juni 2026.
Sementara itu, Tito Karnavian meminta pemerintah daerah lebih serius mengawal pembangunan.
Ia menekankan koordinasi antara Pemkab Taput dan kontraktor penting agar proses pembangunan hunian tetap tidak terhambat.
"Harapannya, warga terdampak bencana banjir dan longsor di Taput segera dapat tinggal di rumah yang aman, layak, dan nyaman kembali," ujar Tito.
Pemerintah menegaskan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan standar kualitas dan keamanan hunian terpenuhi.*