BANDA ACEH – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muzakir, atau yang akrab disapa Kak Na, melakukan aksi sosial yang menyentuh hati.
Pada Kamis (19/3), Kak Na berkeliling kota Banda Aceh untuk membagikan daging meugang kepada warga kurang mampu, termasuk petugas parkir, pedagang kaki lima, dan abang becak.
Aksi yang penuh empati ini membuat banyak warga terkejut. Salah satunya adalah Hafsah (70), seorang pedagang buah pisang yang setiap hari berjualan di kawasan Simpang Lima.
Baca Juga: Sidang Isbat Ramadan 2026: Sejarah dan Mekanisme Penetapan 1 Syawal Menjadi Kunci Persatuan Umat Hafsah, yang rumahnya terendam banjir di Panton Labu, Aceh Utara, mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah daging meugang diserahkan langsung oleh istri Gubernur Aceh itu.
"Rumah saya terendam banjir, sampai sekarang belum bisa ditempati lagi. Makanya sementara ini saya tinggal dengan anak saya di Gampong Laksana. Alhamdulillah, hari ini dapat daging meugang dari Ibu Ana. Dagangan saya juga diborong oleh ibu gubernur tadi," ujar Hafsah, tampak sumringah setelah lapaknya habis diborong.
Tak hanya Hafsah, Aswardi (71), seorang tukang becak yang berprofesi di sekitar kawasan yang sama, juga mendapat kejutan serupa.
"Tiba-tiba ada mobil berhenti dan Ibu-ibu ngasih saya daging meugang. Setelah saya lihat, ternyata Ibu Ana istri Gubernur Mualem. Alhamdulillah, terima kasih ibu," ungkap Aswardi, yang sejak muda telah menjadi tukang becak meski pada tahun 1995 pernah mengalami kecelakaan yang membuat kakinya patah.
Meski demikian, Aswardi tidak menyerah dan terus bekerja demi menghidupi keluarga.
Usai membagikan daging meugang, Kak Na menyampaikan rasa syukurnya bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Ia juga mengungkapkan rasa iba dan salut atas perjuangan warga yang masih tetap berusaha meski usianya sudah senja atau mengalami keterbatasan fisik.
"Saya sangat iba dan salut melihat perjuangan mereka. Meski usia sudah lanjut, bahkan ada yang sakit, mereka tetap berusaha mencari rejeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perjuangan mereka luar biasa. Semangat itu harus kita tiru dan jadikan motivasi," ungkap Kak Na, penuh haru.