Korea Utara Ganggu Sinyal GPS di Korea Selatan, Kapal dan Pesawat Sipil Terpengaruh

BITVonline.com - Sabtu, 09 November 2024 11:30 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/11/26236e31-9a80-429a-bb75-a75fc26fb5a4_169.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

BITVONLINE.COM – Korea Utara (Korut) kembali melakukan provokasi dengan mengganggu sinyal GPS di wilayah Korea Selatan (Korsel), yang menyebabkan gangguan operasional pada sejumlah kapal dan puluhan pesawat sipil di Korsel. Serangan tersebut terdeteksi oleh militer Korsel pada Jumat (8/11) dan Sabtu (9/11) waktu setempat, di beberapa wilayah termasuk Haeju dan Kaesong, yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan.

Menurut pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), serangan gangguan sinyal GPS ini telah memengaruhi beberapa kapal dan pesawat sipil yang beroperasi di wilayah Laut Kuning. Dampak tersebut termasuk gangguan navigasi yang mempersulit koordinasi operasional di laut dan udara. Militer Korsel pun segera memberikan peringatan kepada kapal dan pesawat yang melintasi wilayah tersebut untuk waspada terhadap potensi gangguan lebih lanjut.

“Kami sangat mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan provokasi GPS-nya dan memperingatkan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat hal ini,” tegas JCS dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, pada Mei 2024, Korea Utara juga dilaporkan melakukan upaya serupa untuk mengganggu sinyal GPS di wilayah Korsel. Namun, serangan tersebut tidak berdampak pada operasi militer di kawasan tersebut. Insiden terbaru ini, bagaimanapun, menunjukkan peningkatan ketegangan antara kedua negara, yang kembali terlibat dalam persaingan dan provokasi terkait sistem pertahanan dan teknologi militer.

Peristiwa ini terjadi setelah militer Korea Selatan menggelar latihan militer pada Jumat (8/11), yang melibatkan uji tembak rudal jarak pendek Hyunmoo, jenis permukaan-ke-permukaan. Latihan ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapsiagaan militer Korsel dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara, serta sebagai respons terhadap uji coba rudal dan tindakan provokatif lainnya yang dilakukan oleh Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir.

Rudal Hyunmoo, yang merupakan bagian dari sistem serangan pendahuluan, memungkinkan Korsel melancarkan serangan lebih awal jika terdeteksi adanya ancaman dari Korut. Latihan ini menegaskan tekad Korsel untuk merespons dengan tegas setiap upaya provokasi dari negara tetangga di utara.

Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak Korut mengenai tuduhan terbaru ini, insiden gangguan GPS tersebut memperburuk ketegangan di kawasan Semenanjung Korea yang sudah lama terbelah. Pemerintah Korsel pun menuntut agar Pyongyang segera menghentikan provokasi semacam ini, yang dapat berdampak lebih jauh pada stabilitas kawasan dan keselamatan penerbangan serta pelayaran internasional.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat

Pemerintahan

Boroujerdi Temui Jokowi dan Megawati, Ungkap Alasan Kampanye Anti Perang Iran

Pemerintahan

Iran Sebut Berhasil Tembak Jatuh Jet F-35 AS, Foto Puing Picu Kontroversi

Pemerintahan

Kerja Sama Energi RI-Korsel: Dorong Hilirisasi Nikel dan Pengembangan Energi Terbarukan

Pemerintahan

Tegakkan Transparansi, Kepala Imigrasi Batam Dicopot dan Lima Pejabat Ditarik ke Jakarta

Pemerintahan

Menaker Yassierli Tegaskan Pentingnya Hubungan Industrial yang Kolaboratif di Era Digital