Sri Mulyani Sebut Kemenangan Donald Trump di Pemilu AS Dapat Berikan Dampak Ekonomi Global dan Domestik

BITVonline.com - Minggu, 10 November 2024 09:42 WIB

JAKARTA –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Amerika Serikat (AS) dapat membawa perubahan besar dalam kebijakan ekonomi, baik di tingkat domestik Indonesia maupun perekonomian global. Menurut Sri Mulyani, sejumlah kebijakan baru yang akan diterapkan oleh Trump berpotensi mempengaruhi stabilitas pasar internasional.

Dalam konferensi pers mengenai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/11/2024), Sri Mulyani menjelaskan bahwa ada beberapa kebijakan yang diprediksi akan diberlakukan oleh pemerintahan Trump yang terpilih kembali. Di antaranya adalah penurunan pajak korporasi, ekspansi belanja, hingga kebijakan proteksionisme dalam perdagangan internasional.

“Donald Trump terpilih lagi pada Pemilu, itu bakal menimbulkan banyak kebijakan yang berubah,” ungkap Sri Mulyani. “Kementerian Keuangan mencatat ada lima kebijakan yang kemungkinan akan diterapkan, seperti penurunan pajak, ekspansi belanja, hingga proteksionisme dagang.”

Salah satu kebijakan yang paling diperhatikan oleh para analis ekonomi adalah sikap proteksionisme Trump yang diprediksi dapat meningkatkan tarif impor, khususnya terhadap negara-negara besar mitra dagang AS, seperti China. Sikap ini, menurut Sri Mulyani, berpotensi mempengaruhi harga-harga komoditas energi di pasar global.

“Proteksionisme dagang ini diyakini akan menyebabkan naiknya tarif impor terhadap negara-negara yang berdagang dengan AS, terutama China. Ini tentunya akan berdampak pada harga minyak dunia, serta tren isu-isu perubahan iklim dan energi,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa kebijakan terkait perubahan iklim yang diambil Trump sangat berbeda dengan kebijakan yang diusung oleh presiden sebelumnya, Joe Biden. Trump diperkirakan akan memiliki komitmen yang lebih rendah terhadap isu perubahan iklim, yang dapat mengubah arah kebijakan energi global.

Peningkatan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi AS pasca-kemenangan Trump telah mempengaruhi pasar keuangan global. Salah satu dampaknya adalah kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun (US Treasury), yang mencapai 4,4 persen. Hal ini berimbas pada penguatan dolar AS, yang menyebabkan tekanan terhadap mata uang-mata uang global, termasuk rupiah.

Sri Mulyani menjelaskan, “Yield US Treasury yang naik, terutama yang 10 tahun, menyebabkan ekspektasi terhadap APBN Amerika yang lebih ekspansif. Akibatnya, dolar AS semakin perkasa, dan ini berimbas pada pelemahan sejumlah mata uang, termasuk rupiah.”

Pada pekan ini, rupiah tercatat mengalami tekanan dan bergerak di kisaran Rp15.600 per dolar AS, meskipun sempat menguat hingga mencapai Rp15.200 per dolar AS sebelumnya.

Dengan kebijakan Trump yang berpotensi mengubah peta perdagangan dunia, terutama terkait tarif impor dan pengelolaan energi, Sri Mulyani memproyeksikan harga-harga komoditas energi seperti minyak, batu bara, dan gas akan mengalami penurunan. Hal ini tentu berpengaruh pada penerimaan negara Indonesia yang bersumber dari sektor energi, termasuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berkontribusi besar terhadap anggaran negara.

Sri Mulyani menambahkan, meskipun proyeksi ini sudah menimbulkan dampak sejak kemenangan Trump diumumkan, dampak penuh dari kebijakan-kebijakan tersebut akan terlihat lebih jelas setelah pelantikan Trump sebagai Presiden AS pada Januari 2025.

Dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian akibat perubahan kebijakan AS di bawah Trump, Sri Mulyani menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk tetap waspada dan siap menghadapi dampak yang mungkin timbul. “Kita harus tetap memantau dan menyiapkan strategi untuk menghadapinya, mengingat perekonomian global dan regional terus berfluktuasi akibat kebijakan-kebijakan yang diterapkan negara-negara besar,” jelasnya.

Kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS 2024 memunculkan berbagai proyeksi dan perubahan besar dalam kebijakan ekonomi, baik di tingkat domestik maupun global. Dengan sikap proteksionisme yang kuat dan kebijakan energi yang mungkin akan bergeser, dampak ekonomi dari kemenangan Trump akan dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, terus memantau perkembangan ini untuk mengantisipasi dampak negatif dan memastikan stabilitas perekonomian domestik.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Rico Waas Kukuhkan Mantan Pemain PSMS: Saatnya Legenda Bangkitkan Sepak Bola Medan

Pemerintahan

Hadiri Milad ke-109 Aisyiyah, Wali Kota Medan Puji Kemandirian Gerakan Perempuan

Pemerintahan

Stafsus Mendagri Apresiasi Pesantren Al Hidayah Kembangkan Aren untuk Pangan dan Energi Terbarukan

Pemerintahan

Bertemu Kader PAN, Bobby Nasution Minta Bantuan Atasi Krisis Listrik Sumut dan Tarik Lebih Banyak Program Pusat

Pemerintahan

Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026

Pemerintahan

Petani Tebu Usulkan Gula Masuk Bantuan Pangan, Ini Jawaban Pemerintah