JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, optimis pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar meski konflik di Timur Tengah memanas akibat serangan AS-Israel terhadap Iran.
Legislator Golkar ini menegaskan potensi konflik tidak akan sampai ke Makkah maupun Madinah.
"Dari saya, rute penerbangan diserahkan ke maskapai. Saya melihat potensi konflik tidak akan sampai ke Makkah dan Madinah. Haji harus tetap berjalan sesuai jadwal, Insyaallah," kata Singgih kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Meningkat! UEA Klaim Cegat 9 Rudal Balistik dan 109 Drone Iran Singgih menambahkan, meski perang diprediksi berlangsung lama, jalur penerbangan aman tetap bisa dipastikan.
Ia menyoroti kasus ribuan jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi karena transit melalui UEA, Bahrain, atau Qatar. Menurutnya, maskapai seperti Garuda, Lion, Saudi Airlines, dan Malaysia Airlines lebih aman karena rutenya langsung.
Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengusulkan pemerintah menyiapkan skenario alternatif rute penerbangan melalui wilayah Afrika jika eskalasi konflik meningkat.
Marwan menilai opsi ini penting agar jemaah tidak mengalami penundaan lama dalam perjalanan haji.
"Kita perlu koordinasi dengan maskapai dan penyedia layanan haji untuk menyiapkan skenario alternatif, termasuk rute dari Jeddah melalui Afrika," ujarnya.
Kedua legislator menegaskan pemerintah harus memastikan keselamatan jemaah tanpa mengganggu jadwal ibadah, sekaligus menjaga kelancaran transportasi udara di tengah ketegangan Timur Tengah.*
(d/dh)