BULELENG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mendorong masyarakat Kabupaten Buleleng untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya sebagai langkah strategis menjaga kebersihan lingkungan dan keberlanjutan Bali.
Ajakan itu disampaikan saat kegiatan aksi sosial bertajuk "Bergerak dan Berbagi" yang digelar di tiga desa, yakni Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak; Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu; dan Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt, Jumat (6/3/2026).
"Dalam kegiatan ini kami membawa oleh-oleh untuk masyarakat. Kami datang menjalankan program TP PKK, yaitu Bergerak dan Berbagi," ujar Putri Koster di Desa Pengulon.
Baca Juga: Ketua DPRD Binjai Tekankan Pentingnya Forum Perangkat Daerah untuk RKPD 2027 Ia menambahkan, desa-desa yang dikunjungi diharapkan dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS).
Putri menekankan bahwa TP PKK berperan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam seluruh program pembangunan, mulai pendidikan, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, kader PKK, mayoritas ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam perubahan pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak rumah tangga.
"Kesadaran kecil yang kita miliki adalah kunci keberhasilan program, terutama untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat," katanya.
Selain kampanye pengelolaan sampah, TP PKK Bali juga menyalurkan bantuan sosial.
Di tiap lokasi, 50 paket diberikan kepada balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kader PKK, berisi beras 30 kilogram, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Bantuan tambahan datang dari sejumlah OPD Provinsi Bali, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.