MEDAN – Istri Wakil Wali Kota Medan, Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri pengajian akbar Menjemput Berkah Ramadan yang digelar Pengajian Arafah Pertiwi di Ballroom Gedung Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kamis (5/3/2026).
Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan janda dhuafa di Kota Medan, Ny. Martinijal mengajak masyarakat untuk memperbaiki akhlak serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga: Laporan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi Mandek Sejak Agustus 2025, Polda Sumut Dinilai Lamban "Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh rahmat, ampunan, serta kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan.
Ny. Martinijal menilai pengajian akbar yang diisi tausiyah agama dan santunan sosial ini memiliki nilai mulia karena tidak hanya menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkuat semangat berbagi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju Kota Medan, Lions Club Medan Seruni, serta berbagai komunitas dan organisasi wanita yang bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial masih terus hidup di tengah masyarakat Kota Medan," katanya.
Istri Wakil Wali Kota Medan ini berharap, melalui momentum Ramadan, masyarakat dapat semakin mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan sehingga Kota Medan tetap menjadi kota yang penuh kedamaian dan keberkahan.
Pengajian yang menghadirkan penceramah Al Ustadz Habib Ahmad Al Habsyi ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Erni Aryanti Sitorus; Ketua Rukun Wanita Bank Sumut, Heru Mardiansyah; Ketua Yayasan Sri Wahyuni Foundation, Sri Wahyuni; Ketua Pengajian Arafah Pertiwi, Desmawati Badar; serta berbagai organisasi sosial dan keagamaan lainnya.*
(ad)