BATU BARA – Kekecewaan masyarakat muncul kembali terkait kondisi pembangunan infrastruktur di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Kali ini, perhatian tertuju pada jembatan penghubung Desa Dahari Selebar dan Desa Dahari Indah yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Menjelang musim mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kondisi jembatan menjadi kekhawatiran utama warga.
Sebagai akses vital untuk aktivitas sehari-hari – mulai dari bekerja, bersekolah, hingga silaturahmi antar desa – jembatan tersebut sudah banyak memakan korban,pasalnya jembatan tersebut terjal serta adanya batu kerikil tajam. Ironisnya, jembatan baru saja diperbaiki sekitar dua tahun lalu melalui proyek multiyears.
Baca Juga: Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, Bupati Paluta Tekankan: Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Kontrak Moral Namun kondisi saat ini kembali memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna yang melintas setiap hari.
Melihat hal tersebut, warga terpaksa mengambil inisiatif sendiri dengan bergotong royong dan mengumpulkan dana swadaya untuk memperbaiki jembatan agar tetap dapat digunakan dengan aman, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Salah seorang warga, Atan Batu Bara, mengungkapkan bahwa perbaikan mandiri dilakukan karena khawatir jembatan semakin rusak dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Kalau tidak kami perbaiki sendiri, takutnya nanti ada korban. Ini jalan utama masyarakat untuk bekerja, anak-anak sekolah juga lewat sini. Apalagi sekarang mau Lebaran, pasti banyak yang mudik atau datang ke desa untuk bertemu keluarga," ujarnya pada Jumat (6/3/2026). Menurut warga, kerusakan jembatan sebenarnya sudah lama dikeluhkan, namun hingga kini belum terlihat tindakan nyata dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan permanen.
Mereka berharap upaya swadaya ini setidaknya dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya saat mobilitas meningkat menjelang dan setelah Hari Raya.
Persoalan infrastruktur jembatan di Kecamatan Talawi bukan hal baru.
Sebelumnya, jembatan proyek multiyears di wilayah tersebut juga pernah viral di media sosial karena dinilai membahayakan dan bahkan disebut-sebut telah menimbulkan korban kecelakaan. Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur yang aman dan layak.
"Sudah sering viral jembatan multiyears itu karena banyak korban. Sekarang jembatan ini pula yang rusak. Harapan kami pemerintah segera turun tangan agar ke depan masyarakat tidak lagi khawatir saat beraktivitas maupun menyambut Lebaran," ungkap salah satu warga lainnya. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung antar desa yang berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek agar kualitas pekerjaan terjamin dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari. Hingga berita ini diterbitkan, warga masih terus melakukan perbaikan secara gotong royong demi memastikan jembatan dapat digunakan oleh masyarakat setiap hari.*