TAPUT — Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Deni Parlindungan Lumbantoruan, menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, efektif, dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikan Deni dalam Apel Gabungan yang diadakan di lingkungan Sekretariat Kabupaten Taput pada Senin (2/3/2026).
Menurut Deni, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan tugas adalah cerminan kualitas birokrasi yang harus dimiliki oleh setiap ASN.
Baca Juga: BPJT dan Hamawas Bersinergi, Tol Kutepat Siap Optimal untuk Arus Mudik 2026 Ia menegaskan bahwa tanpa kedisiplinan yang tinggi, pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara optimal.
"Disiplin adalah kunci. Tanpa disiplin, pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan optimal," tegas Deni dalam apel yang dihadiri oleh seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Taput.
Selain menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pelayanan publik, Deni juga mengingatkan bahwa setiap program pembangunan yang direncanakan harus dilakukan dengan matang dan dilaksanakan secara tepat guna.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi yang lebih utama adalah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
"Ke depan, setiap pembangunan harus berbasis pada kesiapan teknis yang memadai, didukung semangat gotong royong masyarakat, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Dengan cara ini, hasil pembangunan akan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan," ujar Deni.
Deni juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah.
Salah satunya, ia menyebutkan perlunya perencanaan drainase desa yang memperhatikan aspek teknis secara cermat agar tidak menimbulkan masalah genangan air yang dapat merugikan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyentuh isu terkait pembangunan desa wisata yang saat ini sedang berlangsung.
Deni menekankan bahwa setiap proyek pembangunan fasilitas desa wisata harus dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan utilitas dasar, seperti ketersediaan air bersih dan listrik, agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.