JAKARTA — Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa guru di Indonesia tetap menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk guru honorer di daerah.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan narasi yang menyebut guru-guru di era Presiden Prabowo Subianto tidak diperhatikan.
"Ada pihak yang bilang guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, pemerintah pusat tetap memberi insentif dan tunjangan bagi guru," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Kelalaian SPPG Padangsidimpuan, Anak SD Terima Roti Berjamur Program MBG Teddy menjelaskan, insentif bagi guru honorer kini mencapai Rp400 ribu, meningkat dari periode sebelumnya.
Selain itu, tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Mekanisme penyaluran tunjangan juga disederhanakan, kini langsung diberikan ke guru setiap bulan tanpa melalui transfer ke daerah.
Teddy juga menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan.
Justru, program ini dinilai mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan telah melalui persetujuan bersama DPR, termasuk di Badan Anggaran (Banggar).
"Program pendidikan strategis tidak ada yang dihentikan. Justru ada tambahan, seperti Kartu Indonesia Pintar, Program Indonesia Pintar, Sekolah Rakyat, dan renovasi sekolah rusak," katanya.
Data pemerintah menunjukkan, pada tahun 2025, 16.000 sekolah telah direnovasi dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun.
Selain itu, 280.000 unit TV digital telah didistribusikan untuk mendukung pembelajaran, dan sejumlah program baru seperti Sekolah Garuda serta pembangunan kampus terus berjalan.
Teddy menegaskan, perhatian terhadap guru tetap menjadi prioritas pemerintah, sambil memastikan program pendidikan terus berkembang dan diperkuat.*
(oz/dh)