BINJAI – Pemerintah Kota Binjai memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengelolaan sampah dalam rangka target Indonesia ASRI 2029.
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., MM., didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai Ahmad Yani, S.STP., MAP., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (25-26 Februari 2026).
Rapat yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) itu menekankan kondisi darurat sampah di Indonesia dan menargetkan pengelolaan 63 persen sampah nasional.
Baca Juga: Hukum Jangan Jadi Alat “ATM Berjalan”, DPR Awasi Kasus ABK Sea Dragon Fokus utama rapat adalah aktivasi fasilitas daerah, transisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke sanitary landfill, serta implementasi Satu Data Lingkungan Hidup melalui EGIS (Environmental Geospatial Information System).
Rakornas ini mengusung tema "Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)" dan menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan darurat sampah.
Selain itu, kegiatan ini juga memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.
Chairin F. Simanjuntak menegaskan, "Pemkot Binjai berkomitmen melakukan yang terbaik untuk percepatan perbaikan kualitas lingkungan dan pengelolaan TPA serta sampah di seluruh Kota Binjai."
Rakornas diharapkan menjadi ajang sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong percepatan penyelesaian masalah sampah dari hulu ke hilir, demi terwujudnya Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah pada 2029.*
(dh)