SIMALUNGUN – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung di Pekan Tapian Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Selasa (24/2/2026).
Acara dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Pimpinan Perangkat Daerah, Camat Tapian Dolok Juraini Purba, Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora.
Baca Juga: Rico Waas Ungkap Alasan Lambatnya Pengisian 10 Jabatan Eselon II di Pemkot Medan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pardomuan Sijabat, menyebut program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya disertai lonjakan permintaan bahan makanan.
Berbagai komoditas dijual dengan harga bersubsidi, antara lain:- Beras SPHP Rp 58.000 per sak- Gula pasir Rp 17.500 per kilogram- Tepung roti Rp 9.000 per kilogram- Minyak goreng merk Minyak Kita dan Fortune Rp 15.000 per liter- Telur ayam Rp 50.000 per papan
"Ini sudah kegiatan GPM yang kelima. Sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Tanah Jawa, Bandar, Siantar, dan Girsang Sipangan Bolon. Pemkab Simalungun akan terus memantau harga dan menggelar kegiatan serupa di kecamatan lain," ujar Pardomuan.
Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, mengapresiasi perhatian pemerintah. Ia mendorong masyarakat segera datang karena kegiatan berlangsung hingga sore hari.
Sementara itu, Ketua TP PKK, Ny. Hj Darmawati Anton Ahmad Saragih, menyampaikan terima kasih kepada pihak Bank Indonesia, PT Bulog Cabang Pematangsiantar, PT Siantar Bintang Perkasa, dan Panda Farm atas dukungannya.
Menurutnya, GPM tak hanya menyediakan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan kualitas serta stabilitas harga.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan kemudahan akses bahan pangan, penghematan pengeluaran rumah tangga, dan perlindungan dari lonjakan harga menjelang HBKN," ujar Ny. Darmawati.
Ia juga menekankan, program ini bagian dari upaya Pemkab Simalungun dalam pengendalian inflasi daerah dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.