MEDAN – Pengisian jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Medan masih berlangsung.
Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan lambatnya proses ini karena Pemkot kini menerapkan sistem manajemen talenta yang tergolong baru.
"Karena baru, sistem baru, kalau sudah terbiasa mungkin agak lebih mudah dipahami. Ternyata ada yang perlu dipelajari teknis-teknisnya. Tapi kami terus koordinasi dengan BKN untuk diarahkan bagaimana caranya," ujar Rico, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Wapres Gibran Dukung Pelatihan AI untuk 44 Ribu UMKM Indonesia di ASEAN Diketahui, terdapat 10 jabatan eselon II yang masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perhubungan.
Kekosongan juga terjadi di Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Ketenagakerjaan, dan DPMPTSP.
Rico menambahkan, jumlah pendaftar untuk jabatan yang kosong lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Hal ini membuat proses seleksi melalui manajemen talenta berjalan lebih panjang, namun memberikan ruang bagi Pemkot Medan untuk mendapatkan pilihan terbaik.
"Dalam proses ini, memang agak panjang, tapi tujuannya agar bisa diseleksi dengan betul. Kita mau lebih efektif, sehingga pejabat yang terpilih bisa melayani masyarakat secara optimal," kata Rico.
Selain eselon II, Wali Kota juga memastikan pengisian posisi eselon III akan segera dilakukan agar kinerja perangkat daerah lebih cepat dan efisien.
Dengan sistem manajemen talenta yang masih dalam tahap adaptasi, Pemkot Medan berharap pengisian jabatan strategis dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga pelayanan publik tidak terganggu.*
(d/ad)