MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang akan digelar pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026.
Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Pra-Rakernas XVIII APEKSI sekaligus Peluncuran Indonesia City Expo (ICE) ke-22 di Santika Dyandra, Selasa (24/2/2026).
Rakernas XVIII APEKSI akan diikuti oleh 98 wali kota dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: AMAL Nias Selatan Dorong Penutupan PT Gruti dan PT Teluk Nauli, DPD RI Siap Kawal Kegiatan ini diharapkan menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan, menyusun solusi berbagai persoalan perkotaan, serta memperkuat kolaborasi antarkota.
"Medan siap menyambut para kepala daerah dengan suasana hangat sekaligus menyediakan ruang diskusi produktif untuk merumuskan solusi nyata bagi persoalan perkotaan," ujar Rico Waas.
Ia menekankan bahwa tema Rakernas, "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat", relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah kota saat ini, mulai dari kebencanaan, ketahanan fiskal, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rakernas juga akan membahas isu strategis seperti pendapatan asli daerah, infrastruktur digital, penataan parkir, layanan darurat, dan mitigasi bencana.
Pemko Medan berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai momentum mempererat sinergi antarkota sekaligus mendorong investasi dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengapresiasi kesiapan Medan.
Menurutnya, Rakernas dan Indonesia City Expo merupakan wadah penting untuk berbagi inovasi, mengidentifikasi tantangan, dan menghasilkan solusi konkret bagi kota-kota di Indonesia.
"Rakernas bukan sekadar agenda seremonial, tetapi forum implementasi rencana aksi bersama," tegas Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam.
Ia menambahkan, pertemuan di Medan akan menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antarkota melalui business matching, forum investasi, dan pengembangan potensi pendapatan daerah.