DELI SERDANG – Majelis Pandita Buddha Indonesia (Mapanbumi) Sumatera Utara menggelar perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 di Maha Vihara Maitreya, Kompleks Cemara Asri, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (22/2).
Bupati Deli Serdang, dr H. Asri Ludin Tambunan, hadir dalam acara tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, suku, dan golongan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Senin 23 Februari 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan "Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi harus dimaknai sebagai penguat komitmen menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian sosial," ujarnya.
Bupati Asri menambahkan, simbol Tahun Kuda Api diharapkan membawa semangat bekerja lebih keras, berbuat lebih baik, dan memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Mapanbumi, Maha Sesepuh Citrawira, menyampaikan harapannya agar semangat keharmonisan semakin mempererat persaudaraan dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat. Ia juga mendoakan Indonesia senantiasa dilimpahi kedamaian, kemakmuran, dan persatuan.
"Bagi umat yang menjalankan ibadah puasa, semoga setiap amal ibadah dilipatgandakan dan membawa keberkahan sepanjang bulan suci," kata Maha Sesepuh Citrawira.
Acara ini juga dihadiri anggota DPR RI H. Musa Rajekshah, yang menyoroti keberadaan vihara, rumah ibadah agama lain, dan masyarakat yang hidup berdampingan sebagai bukti nyata harmonisasi antarumat beragama di Sumatera Utara.
Ia berharap Tahun Kuda Api membawa kesehatan, kesuksesan, dan kemampuan untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Selain itu, hadir pula Bupati Simalungun Dr. H Anton Achamad Saragih, Ketua Wilayah IV Mapanbumi Maha Pandita Dra Anna Monita, Penasihat Maha Vihara Maitreya Ali Jhonson SH, Ketua Vihara Maitreya Medan Pdt Suwandi Rusli, serta Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara Romo Sukasdi SE MM.
Perayaan Harmoni Imlek 2026 di Sumut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman budaya, dan menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama menjadi kekuatan sosial yang penting di tengah masyarakat majemuk.*