JAKARTA – Komisi X DPR RI menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggaran kementerian pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan Presiden Prabowo Subianto justru menambah anggaran pendidikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
"Anggaran MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan, Presiden justru menambah anggaran pendidikan melalui ABT, fokus peningkatan sarpras, mutu, dan kesejahteraan guru," ujar Lalu kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Wow! Harga Emas Antam Naik Tinggi, 1 Gram Kini Rp 3 Juta Menurut Lalu, MBG memiliki postur anggaran tersendiri dan tidak mengurangi alokasi pendidikan.
Bahkan, program ini disebut mendukung pendidikan karakter melalui peningkatan kualitas gizi siswa, sejalan dengan program Indonesia Hebat di Kemendikdasmen.
"Memang tertulis MBG masuk postur anggaran pendidikan, tetapi setelah rapat kerja berkali-kali, tujuan MBG jelas untuk kepentingan pendidikan," jelasnya.
Komisi X DPR menekankan dukungan penuh terhadap MBG, karena program ini memperkuat tujuan pendidikan nasional. Lalu juga mendorong peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas utama negara.
"PR kita adalah kesejahteraan guru, ini harus jadi prioritas utama," tambah legislator dari Fraksi PKB ini.
Selain itu, Lalu menyinggung penambahan anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp 181 triliun, belum termasuk Kemendiktisaintek dan Kementerian Kebudayaan. Dengan begitu, MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan, melainkan memperkuat sarana, mutu, dan kesejahteraan guru.
"Tidak mengganggu, justru memperkuat tujuan pendidikan nasional kita," tegas Lalu.*
(d/dh)