KABANJAHE – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi strategis bersama Cendekiawan Karo Indonesia dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), membahas mitigasi bencana dan arah kebijakan pembangunan daerah yang mendukung visi misi kepala daerah.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin (16/2/2026) dan dipimpin langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.
Diskusi yang juga dihadiri Wakil Bupati Komando Tarigan, S.P., Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM., serta sejumlah pimpinan perangkat daerah ini menyoroti risiko tinggi bencana di Kabupaten Karo.
Baca Juga: Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Strategis dengan BSSN RI untuk Pemanfaatan Sertifikat Elektronik, Layanan Publik Makin Digital dan Aman Dengan curah hujan mencapai 3.000–3.500 mm per tahun, wilayah ini rawan terjadi banjir, longsor, dan gempa bumi akibat kombinasi perubahan iklim, tata guna lahan, dan topografi.
Sejumlah rekomendasi yang dihasilkan antara lain:
1. Reboisasi dan penghijauan kawasan kritis.2. Penataan permukiman dan lahan pertanian.3. Penguatan irigasi dan penerapan teknologi pertanian modern.4. Pembangunan shelter bencana multifungsi.5. Penyediaan sistem peringatan dini untuk wilayah rawan.6. Penerapan standar bangunan tahan gempa dan pemanfaatan peta kawasan rawan.
Selain mitigasi bencana, diskusi juga menekankan pentingnya kebijakan pembangunan tepat sasaran yang mendorong investasi sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan kapasitas fiskal.
Menutup kegiatan, Bupati Karo menyampaikan apresiasi atas kontribusi cendekiawan dan mendorong perangkat daerah untuk menjalin kolaborasi aktif dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan diaspora Karo.
Tujuannya adalah menghadirkan pembangunan daerah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.*
(dh)