TAPTENG – Warga di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali menghadapi ancaman banjir saat hujan deras.
Air sungai meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa dan membawa material kayu serta batu, sehingga rumah warga terendam.
Seorang warga, Lasman Sitompul, mengatakan kondisi itu membuatnya dan warga lain waswas.
Baca Juga: Depicab SOKSI Kota Binjai Periode 2026-2027 Resmi Dikukuhkan, Dukung Golkar Menatap Pemilu 2029 "Masih khawatir. Kami tetap lari karena masih trauma, ini banjirnya deras mengalir," kata Lasman, Senin (16/2/2026).
Menanggapi keluhan warga, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pihaknya tengah melakukan normalisasi sungai.
Namun, proses ini terkendala curah hujan yang masih tinggi.
"Sungai Tukka ini kemarin sempat air meluap lagi karena hujan beberapa jam. Sebenarnya kita sudah lakukan normalisasi di anak sungai sebelah sana. Tapi hujan membawa pasir, kayu, dan batu sehingga pagi kita normalisasi, sore atau malam hujan lagi," ujar Dody saat meninjau kondisi sungai di Hutanabolon.
Sebagai solusi jangka pendek, Dody menyampaikan pemerintah akan mempercepat pembangunan sabo dam di hulu sungai.
Bendungan ini akan menahan material seperti kayu dan batu sehingga dapat meminimalisir risiko banjir.
"Di hulu bukit hampir tidak ada pohon. Hujan sedikit saja, tanah, kayu, dan batu akan turun. Kita pastikan dam ini sanggup menahan tekanan batu dan kayu," terang Dody.
Pembangunan dam di hulu ditargetkan selesai paling lambat Mei 2026.
Setelah pembangunan dam rampung, pemerintah akan merancang pembangunan tanggul permanen.