MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menanggapi wacana nasional terkait program "gentengisasi" yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan mengganti penggunaan atap seng dengan genteng pada hunian warga demi meningkatkan kenyamanan dan estetika kota.
"Soal gentengisasi, kami akan mencoba koordinasi agar program ini bisa berjalan dengan baik, baik untuk penataan kota maupun estetika. Masih banyak rumah yang menggunakan atap seng," ujar Rico Waas, Senin (9/2/2026) di Medan.
Baca Juga: Wawako Medan Ikut Aksi Bersih Sungai Deli, Dorong Kepedulian Lingkungan di HUT ke-18 Partai Gerindra Rico Waas mengamini pendapat Presiden Prabowo terkait atap seng yang mudah panas dan rentan berkarat.
Menurutnya, program gentengisasi tidak hanya memperbaiki estetika hunian, tetapi juga menunjang penataan kota secara keseluruhan.
"Satu memang atap seng panas, dan secara estetika, jika sudah memudar akan terlihat berkarat. Pak Presiden meminta agar diganti dengan genteng agar lebih rapi dan indah," tambahnya.
Selain itu, Pemko Medan juga akan menindaklanjuti program Gerakan Indonesia ASRI yang digagas Presiden.
Dalam gerakan ini, gotong royong massal akan diperkuat di tingkat kecamatan dan kelurahan, sekaligus melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
"Untuk kegiatan ASRI, Pemko Medan sudah memulai gotong royong mingguan sejak 2025. Kami akan aktifkan kembali, termasuk gotong royong raya dan program Sapa Warga," ujar Rico.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, bahwa penggunaan atap seng tidak ideal untuk hunian.
Genteng, kata Prabowo, lebih aman, sehat, resik, dan indah.
Program ini juga akan bersinergi dengan Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong gotong royong lintas instansi dalam penataan lingkungan.