PINANGSORI — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi pengungsi bencana alam di Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis, 5 Februari 2026.
Peresmian dilakukan secara virtual mewakili Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menghadiri peresmian Huntara yang dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Baca Juga: Alfamidi Pasang Plang Jalur Evakuasi, Mitigasi Bencana di Gunungsitoli Semakin Kuat Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah daerah terdampak bencana, antara lain Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tanah Datar, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Aceh Timur.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan Huntara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana sehingga tidak lagi layak huni.
Penyediaan hunian sementara, kata dia, merupakan bagian dari skema perlindungan dasar agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
"Huntara ini adalah solusi sementara selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Pemerintah berkomitmen memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak," ujar Tito.
Ia juga menyebutkan jumlah pengungsi terus berangsur menurun seiring kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan relawan.
Menurut Tito, saat ini jumlah pengungsi telah berkurang signifikan hingga sekitar 106 ribu orang.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung penuh percepatan penyediaan hunian, baik Huntara maupun hunian tetap (Huntap).
Jika terdapat kendala pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, siap mengambil alih pembiayaan pembebasan lahan.
"Kami menargetkan menjelang Ramadan dan Idulfitri tidak ada lagi warga yang tinggal di posko pengungsian," ujar Bobby.