BATU BARA – Suara kekecewaan masyarakat Kabupaten Batu Bara tidak lagi terdengar lemah.
Dalam beberapa hari terakhir, dua gelombang aksi massa mengguncang pusat pemerintahan daerah – jalanan menjadi arena, aspirasi diluapkan dengan penuh semangat dan tanpa basa-basi, (4/2/2026).
Masyarakat yang turun ke jalan membawa pesan yang tak bisa dinafikan: ADA YANG TIDAK BERES dengan arah kebijakan anggaran daerah.
Baca Juga: Lapor Presiden!!Proyek Hotmix APBN 2025 Batu Bara Mulai Awal 2026 Dikerjakan,Ada Apa?! Pengadaan yang dinilai tidak mendesak, bahkan dianggap jauh dari kebutuhan nyata rakyat, menjadi pemicu utama kemarahan yang meluap.
Dalam orasi-orasi yang membara, massa menyorot tajam efektivitas sejumlah program pemerintah.
Mulai dari BKK Pojok Baca Desa hingga kualitas pelayanan di Rumah Sakit Kuala Gunung H. OK Arya – bagi masyarakat, program dan pelayanan tersebut belum mampu menjawab persoalan mendasar yang mereka hadapi setiap hari.
Awal Februari 2026 menjadi titik kritis kepercayaan publik. Kekecewaan yang terpendam lama kini meluap ke ruang publik, menuntut jawaban yang tak bisa ditunda lagi.
Puluhan warga yang padati halaman Kantor Bupati Batu Bara bukan untuk membuat keributan. Mereka datang dengan tuntutan yang jelas sebagai hari: KEJELASAN, TRANSPARANSI, DAN PERBAIKAN NYATA.
Bagi mereka, aspirasi bukan sekadar acara formal yang dilewati saja – melainkan hak yang wajib didengar dan diwujudkan dalam tindakan.
Pertanyaan yang disuarakan rakyat lugas, namun menusuk langsung inti persoalan:
- Apa yang sebenarnya terjadi dengan tata kelola Pemerintah Kabupaten Batu Bara?
- Apakah suara rakyat benar-benar didengar, atau hanya dicatat lalu ditinggalkan?