NIAS SELATAN – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menandatangani nota kesepahaman dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk memperkuat konektivitas laut antar pulau melalui Bus Air Ro-Ro KMP Hafamati.
Penandatanganan berlangsung di kantor pusat PT ASDP di Jakarta, Selasa (3/2), dan disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan, Damai Omega Telaumbanua, bersama jajaran pejabat kedua pihak.
Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menyatakan bahwa transportasi laut merupakan tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Baca Juga: Aceh Dorong Rehabilitasi Pascabencana Terukur Melalui Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP "Kapal ini bukan sekadar armada baru, tapi simbol kepastian layanan: jadwal yang lebih teratur, biaya angkut terjangkau, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal," ujar Bupati.
KMP Hafamati memiliki panjang 13 meter dan lebar 8 meter, mampu menampung hingga 50 penumpang dan 15 kendaraan roda dua per pelayaran.
Kapal ini akan melayani lintasan-lintasan pendek antarwilayah kepulauan dengan jarak tempuh rata-rata 7 hingga 15 mil laut, khususnya rute yang selama ini belum terhubung secara optimal.
Menurut Bupati, konektivitas laut menjadi prasyarat utama pembangunan di Nias Selatan.
Dengan transportasi yang konsisten berfungsi, distribusi logistik lebih lancar, layanan publik menjangkau wilayah terpencil, dan roda ekonomi masyarakat kepulauan bergerak lebih stabil.
"Pembangunan sering dimulai dari dermaga—dari sanalah keterhubungan antarpulau menentukan sejauh mana layanan negara sampai ke warganya," ujarnya.
Sementara itu, Senior General Manager PT ASDP Indonesia Ferry, Thesresia Damayanti, menegaskan dukungan perusahaan terhadap operasional kapal yang diharapkan meningkatkan efisiensi transportasi laut dan mempermudah akses masyarakat kepulauan.
Dengan kesepakatan ini, fase operasional KMP Hafamati resmi dimulai, menjadi langkah nyata penataan layanan transportasi laut yang lebih terencana dan berkelanjutan di Nias Selatan.*