KARO — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union (CU) Latersia di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Rabu, 4 Februari 2026.
Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Karo tersebut memenuhi undangan Kepala Desa Dokan untuk memberikan bimbingan dan motivasi kepada pengurus serta anggota koperasi yang seluruhnya merupakan kaum perempuan.
CU Latersia tercatat telah berdiri selama 39 tahun dan memiliki keunikan karena keanggotaannya yang bersifat eksklusif, hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu warga Desa Dokan.
Baca Juga: Wabup Karo Komando Tarigan Pimpin Penertiban Kawasan Laudah, Pekerja Tani Diminta Pindah ke RPH Koperasi ini dinilai menjadi contoh ketahanan ekonomi berbasis komunitas perempuan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Ny. Roswitha mengapresiasi keberlanjutan CU Latersia yang mampu bertahan hampir empat dekade.
"Bertahan selama hampir empat dekade bukanlah hal yang mudah. Ini membuktikan ibu-ibu di Desa Dokan memiliki integritas dan semangat gotong royong yang kuat dalam mengelola ekonomi keluarga melalui koperasi," ujar Roswitha.
Ia menekankan pentingnya peran koperasi sebagai sarana pembelajaran manajemen keuangan yang sehat bagi perempuan.
Menurut dia, koperasi seharusnya menjadi ruang edukasi ekonomi agar keluarga terhindar dari praktik pinjaman yang memberatkan.
Mengingat Desa Dokan merupakan desa adat dan desa budaya, Roswitha juga mendorong keterlibatan perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata.
Ia mengusulkan pembentukan dan pelatihan pemandu wisata lokal untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan rumah adat Karo kepada wisatawan.
"Desa Dokan adalah warisan berharga. Perlu ada pemandu wisata lokal yang mampu menjelaskan sejarah dan keunikan rumah adat Karo. Ini bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu anggota koperasi," katanya.
Kepala Desa Dokan menyampaikan bahwa bimbingan dari TP PKK Kabupaten Karo sangat dibutuhkan agar CU Latersia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi pilar pemberdayaan perempuan yang adaptif dan berdampak luas.