BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh menghadiri 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026, yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Senin (2/2/2026).
Summit ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta akademisi untuk membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda Nasir, Pemerintah Aceh mengapresiasi konsistensi BPMA dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan forum ini sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Menkeu Purbaya Buka Suara Nasir menekankan pentingnya pengelolaan migas yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal," ujar Nasir.
Selain itu, forum ini diharapkan memperkuat peran sumber daya lokal, baik tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, maupun perguruan tinggi, dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.
Summit kali ini juga bertujuan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat rantai pasok migas yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Acara dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, antara lain perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Inspektur Jenderal Yudhianto, unsur Forkopimda Aceh, Direktur Hulu Kementerian ESDM Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, Rektor UIN Ar-Raniry, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD, serta tamu undangan lainnya.
Dengan adanya forum ini, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor hulu migas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan ketahanan energi nasional, sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal.*
(ad)