BULELENG — Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.
Gerakan ini digelar setiap minggu pertama setiap bulan dan melibatkan partisipasi aktif warga di seluruh Bali.
Ajakan tersebut disampaikan Putri Koster saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2).
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Bali Harmonisasikan Lima Raperwali Kota Denpasar Ia menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Tujuan gerakan ini tidak lain adalah untuk membersihkan lingkungan kita. Cukup sehari saja dalam satu bulan untuk membersihkan rumah, halaman, serta saluran air dari rerumputan dan sampah. Lingkungan harus menjadi perhatian bersama," ujar Putri Koster.
Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu diharapkan dapat membangkitkan kembali tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali dalam gotong royong, sekaligus menerapkan nilai Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.
Putri Koster juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kulkul atau kentongan bambu sebagai sarana komunikasi tradisional.
Kulkul dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Pola bunyinya sederhana: dua ketukan awal, diikuti tiga ketukan, diulang tiga kali. Setelah berkumpul, kulkul dibunyikan dua kali sebagai tanda kegiatan dimulai.
Pelaksanaan kegiatan meliputi bersih-bersih halaman rumah, telajakan, hingga fasilitas umum, berlangsung pukul 06.00–08.00 WITA.
Dengan gerakan ini, diharapkan kesadaran menjaga lingkungan hidup meningkat, semangat gotong royong kembali tumbuh, dan kulkul kembali menjadi simbol solidaritas sosial serta identitas budaya Bali.*