KISARAN — Kabupaten Asahan akan segera memiliki rumah sakit bertaraf internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah mempercepat layanan kesehatan strategis di wilayah Pantai Timur Sumatera.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menekankan bahwa skema KPDBU memungkinkan pembangunan infrastruktur layanan publik berskala besar tanpa membebani keuangan daerah.
Baca Juga: Bupati Asahan Uji Terbang Drone Pertanian di Lahan Pangan Padi Gogo Kodim 0208/AS "KPDBU harus dipersiapkan dengan perencanaan matang, regulasi jelas, dan tata kelola akuntabel. Jika dijalankan dengan baik, skema ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah," ujar Agus Fatoni, Kamis (29/1/2026).
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyambut positif rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
Ia menekankan bahwa kehadiran fasilitas kesehatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan medis masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Asahan.
"Kami sudah meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan kesiapan lahan dan kesesuaian rencana pengembangan kawasan layanan kesehatan," kata Bupati Taufik.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan mitra usaha menjadi kunci percepatan realisasi rumah sakit bertaraf internasional ini.
Rencana pembangunan ini diharapkan menjadi ikon layanan kesehatan strategis di Pantai Timur Sumatera, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Asahan sebagai pusat pelayanan kesehatan dan ekonomi regional.*
(tm/dh)