PANDAN, TAPANULI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pariwisata, bekerja sama dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan sektor sanitasi dan air minum pascabencana.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Mini Bappeda Tapteng, Rabu (28/1/2026).
Plt. Kepala Bappeda Tapteng, Uswatan Niswati, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPBPK Sumut.
Baca Juga: Pengeroyokan Anak Disabilitas di Pematangsiantar: Kuasa Hukum Kecewa Respons Pemerintah dan Polisi "Kerja sama antarinstansi sangat dibutuhkan. Sinergi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Tapteng akan mempercepat pemulihan pascabencana dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kasatker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Sumut, Edy B. Manik, menjelaskan bahwa tim BPBPK Sumut sudah melakukan survei kerusakan sejak Desember lalu.
"Kami mendukung penanganan sanitasi air minum agar cepat tertangani. Material sudah disiapkan agar distribusi air bisa berjalan lancar. Kami juga menyiapkan sistem saluran baru, meski terkendala pembebasan lahan di beberapa lokasi," katanya.
Edy menambahkan bahwa pembersihan material pascabencana dari lingkungan masyarakat menjadi program prioritas.
"Kami membutuhkan dukungan Pemkab Tapteng dan masyarakat agar program ini berjalan lancar dan manfaatnya maksimal," tambahnya.
Usai Rakor, rombongan melakukan peninjauan lokasi perumahan warga terdampak bencana, lokasi TPS 3R Hutanabolon, serta rencana pembangunan TPS Terpadu dan TPS 3R baru.
Kegiatan ini melibatkan Kadis Lingkungan Hidup Tapteng, Kadis PUPR Tapteng, perwakilan Kadis Pariwisata, Perumda Mual Nauli, Adhi Karya, dan Konsultan MK.
Rakor ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tapteng mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus meningkatkan ketahanan sanitasi dan air minum bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana alam.*
(dh)