LABUHANBATU SELATAN – Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menyerahkan bantuan stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada masyarakat penyandang disabilitas, hasil kolaborasi Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Labusel.
Kegiatan berlangsung di Kantor IPSM Kabupaten Labusel, Kecamatan Kotapinang, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra Simatupang menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima bantuan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Baca Juga: Realisme Global, Dunia (Tak) di Ambang Perang "Melalui IPSM, kami menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi kawan-kawan disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, menjadi penyemangat untuk terus berkarya, serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Bupati.
Fery menekankan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi.
"Tetap semangat dan jangan pernah ragu untuk terus berkarya. Tidak ada batasan untuk mencapai cita-cita," tambahnya.
Ketua IPSM Labusel, M. Hasir, menyatakan bahwa program bantuan ini akan berlanjut.
Ia mengungkapkan bahwa pada Juli 2026, IPSM bersama Pemkab Labusel akan kembali menggelar kegiatan serupa bagi penyandang disabilitas yang belum menerima bantuan.
Usai penyerahan bantuan, Bupati Fery beserta Sekretaris Daerah dan sejumlah Kepala OPD melakukan jalan santai mengelilingi Lapangan SBBK.
Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momen diskusi ringan namun substantif terkait penataan dan pengembangan ruang publik agar lebih tertata, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat.
Bupati menekankan pentingnya pengelolaan ruang publik yang berbasis perencanaan matang dan pengamatan langsung di lapangan agar sesuai kebutuhan masyarakat.
Program bantuan UMKM untuk penyandang disabilitas ini diharapkan mampu mendorong semangat kewirausahaan, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kelompok rentan di Labuhanbatu Selatan.*