TAPTENG — Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan komitmennya menggandeng kalangan akademisi untuk mendukung pemulihan lingkungan hidup dan sektor pertanian pascabencana di wilayahnya.
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Dosen Agroteknologi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Abdul Rauf di ruang kerjanya, Kamis, 22 Januari 2026.
Masinton mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam upaya membangun daerah yang mandiri dan berkelanjutan, terutama dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabanjir dan longsor.
Baca Juga: Tim SAR Cari 82 Warga Tertimbun Longsor di Cisarua, Bandung Barat "Saya selaku kepala daerah sangat bersemangat bekerja sama dengan akademisi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi penting agar daerah ini menjadi lebih maju dan mandiri," ujar Masinton.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah membuka ruang pendampingan akademisi di bidang lingkungan hidup, pertanian, peternakan, dan perikanan, guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Abdul Rauf menjelaskan pihaknya akan melakukan studi kualitas tanah pada wilayah terdampak banjir dan longsor, baik pada tanah yang mengalami erosi maupun endapan sedimen.
Kajian ini bertujuan untuk menentukan langkah rehabilitasi serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan pascabencana.
"Kami membahas pembangunan pertanian Tapanuli Tengah dalam satu payung besar. Bupati mengharapkan integrasi pertanian dengan peternakan, perikanan, serta tanaman hutan melalui konsep agroforestri," kata Abdul Rauf.
Menurut dia, pengembangan agroforestri tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Lingkungan tetap terjaga, dan konsep pertanian berkelanjutan bisa diwujudkan," ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah Erniwati Batubara.*