JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mempercepat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau terpencil agar pada 2029 tidak ada lagi desa yang gelap.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau pasokan energi dan logistik.
"Di Pulau Banda, tempat saya lahir, 80 persen wilayahnya laut. Sudah tidak ada minyak tanah, kapal susah pula. Jadi saya tahu betul tantangannya. Kita akan dorong program PLTS agar daerah-daerah, kampung, atau pulau terpencil bisa mendapatkan listrik," ujar Bahlil, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Pemkab Deli Serdang Dukung Percepatan Sistem Penyediaan Air Baku Bendungan Lau Simeme Program percepatan PLTS ini sejalan dengan target bauran energi Kementerian ESDM 2026, yang menargetkan kontribusi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) naik menjadi 17–21 persen, dari capaian 2025 sebesar 15,75 persen.
Selain PLTS, pemerintah juga menyiapkan program Listrik Desa yang pada 2026 menargetkan tambahan 22.179 pelanggan di 372 lokasi, serta program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dengan target 500 ribu rumah tangga.
Program BPBL sebelumnya menargetkan 250 ribu rumah tangga, namun naik menjadi 500 ribu pelanggan agar pemerataan akses listrik lebih maksimal.
Bahlil menekankan dukungan anggota Komisi XII DPR RI menjadi kunci agar program ini tepat sasaran.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menambah sebaran penerima program kelistrikan, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
"Dengan kombinasi program PLTS, Listrik Desa, dan BPBL, kita berharap akses listrik semakin merata, khususnya di pulau-pulau terpencil yang selama ini menghadapi kendala logistik dan ketersediaan energi," kata Bahlil.*
(d/dh)