MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengklaim berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan sepanjang tahun 2025.
Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumut triwulan III 2025 sebesar 5,32 persen, turun dibanding 5,6 persen pada 2024.
"Pada Triwulan III tahun 2025, ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 4,55 persen secara year on year (YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang stabil, dan angka pengangguran mengalami tren penurunan," kata Poppy, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Sengketa Lahan 93 Hektare di Dusun IX Sampali, Warga Tolak Klaim HGU PTPN I Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut triwulan III 2025 tercatat menyumbang kontribusi tertinggi di Pulau Sumatera, yakni 23,58 persen.
Selain itu, persentase kemiskinan di Sumut juga menunjukkan tren penurunan.
Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat 7,36 persen, di bawah target penurunan sebesar 7,46–6,96 persen.
Gini Ratio Sumut pada Maret 2025 juga menurun menjadi 0,295 poin, lebih rendah dari target 0,303–0,305 poin, menandakan distribusi pendapatan lebih merata.
Poppy juga menyoroti keberhasilan Sumut dalam mengendalikan inflasi. Inflasi Sumut berhasil ditekan dari 5,32 persen pada September 2025 menjadi 3,96 persen pada November 2025.
Langkah ini didukung oleh kebijakan pengendalian inflasi jangka menengah yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/839/KPTS/2025.
Strategi pengendalian inflasi mengusung 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
Selain stabilitas ekonomi, Pemprov Sumut juga mencatat capaian positif dalam pembangunan iklim investasi.
Persentase investor yang berinvestasi meningkat 53,5 persen, dengan nilai investasi naik 25 persen.