BATU BARA, SUMATERA UTARA — Beredar dimedia sosial Proyek preservasi jalan hotmix sepanjang 4,0 kilometer di Desa Panjang Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp19.610.481.434,00, baru dimulai pada awal Januari 2026.
Pelaksanaan yang terlambat hampir satu tahun dari tahun anggaran telah memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait alasan keterlambatan dan transparansi proses pengelolaan dana negara.
Dilansir dari pantauan pada Senin (19/1/2026), papan informasi pekerjaan yang dipasang di lokasi proyek secara jelas mencantumkan detail teknis dan administrasi proyek, antara lain:
Baca Juga: Bapenda Batu Bara Hadirkan Layanan Pajak ‘Berlayar’ di Sei Balai – Warga Antusias Disertai Hiburan Budaya - Nama Pekerjaan: Preservasi Jalan Desa Panjang - Petatal- Nomor Kontrak: HK 0201/Bb2-Wil1.S.1.3/04/2025- Nilai Kontrak: Rp 19.610.481.434,00- Jangka Waktu Pelaksanaan: 180 Hari Kalender- Sumber Dana: APBN 2025- Penyedia Jasa: PT Anugrah Juni Arta Arif
Data tersebut menegaskan bahwa proyek merupakan program pemerintah pusat yang seharusnya dilaksanakan dalam tahun anggaran 2025.
Namun, aktivitas fisik baru dimulai pada awal tahun berikutnya, membuat warga mengajukan permintaan akan keterbukaan informasi.
"Kalau memang anggaran tahun 2025, seharusnya dikerjakan di tahun itu juga. Ini baru mulai awal Januari 2026. Kita ingin keterbukaan saja, jangan sampai masyarakat salah paham terkait penggunaan dana negara," ujar salah seorang warga.
Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan keterlambatan, termasuk tahapan perencanaan, proses lelang, hingga penandatanganan kontrak pekerjaan.
Salah satu warga juga menyebutkan pembangunan daerah di Kabupaten Batu Bara menekankan pentingnya transparansi sebagai bentuk akuntabilitas publik.
"Jangan sampai kualitas pekerjaan menurun akibat tekanan waktu pelaksanaan yang sesudah jadwal. Selain itu, keterbukaan progres proyek sangat penting agar masyarakat dapat mengikuti dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari rakyat," tegasnya.
Warga berharap proyek dapat berjalan sesuai standar teknis dan mutu yang ditetapkan, mengingat jalan tersebut menjadi jalur akses penting yang menghubungkan pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Datuk Tanah Datar.*
(dh)