BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga sosial, hingga dunia usaha untuk berperan aktif dalam percepatan pemulihan ekonomi pascabencana.
Langkah ini dianggap penting guna memastikan roda perekonomian rakyat kembali bergerak melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana dan terkoordinasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menekankan bahwa pemulihan ekonomi tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyasar pemulihan usaha, lapangan kerja, serta kepercayaan dan kemandirian masyarakat.
Baca Juga: Semangat Tanpa Henti, Kak Na Apresiasi Guru Aceh yang Bersihkan Sekolah Pasca Banjir dan Longsor Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat terkait pertumbuhan ekonomi pascabencana hidrometeorologi yang digelar di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Minggu (11/1/2026).
Rapat yang dihadiri Kepala SKPA, unsur LSM, NGO, dan yayasan peduli pascabencana ini menekankan pentingnya peran aktif Civil Society Organization (CSO) dan lembaga filantropi dalam bentuk pendampingan, penguatan kapasitas masyarakat, serta penyediaan sumber daya.
"Beban pemulihan tidak seharusnya sepenuhnya ditumpukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Kita mendorong pembagian peran agar unit-unit kecil dan kelompok usaha mikro dapat dibantu melalui hibah, bantuan skala kecil, atau kemitraan dengan mitra pembangunan," ujar M. Nasir.
Dalam hal permodalan, Dinas Koperasi dan UMKM diinstruksikan menjadi motor penggerak utama.
Melalui skema bantuan permodalan, pendampingan usaha, pelatihan manajemen, dan penguatan jejaring pemasaran, pelaku UMKM dan koperasi yang terdampak bencana diharapkan dapat kembali bangkit dan berkembang.
Pemerintah Aceh juga tengah melakukan inventarisasi dan kompilasi masukan kegiatan untuk Anggaran Tahun 2026 agar program-program pemulihan dapat benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sekda menegaskan optimisme bahwa koordinasi yang kuat dan komitmen bersama akan melahirkan struktur ekonomi daerah yang lebih inklusif, kuat, dan berdaya saing di masa depan.*