BOGOR — Ketua Umum NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bogor menyusul kabar kosongnya kas daerah yang berdampak pada ratusan proyek tahun anggaran 2025 yang belum dibayarkan.
Rizwan menilai narasi kemakmuran yang sering digaungkan Bupati Rudi Susmanto tidak sejalan dengan realitas finansial daerah.
"Seruan ketertiban dan keamanan yang sering disampaikan kepala daerah menjadi tidak relevan ketika kewajiban dasar pemerintah kepada mitra kerja dan masyarakat terhambat," ujar Rizwan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui Relaksasi Anggaran Aceh, Wagub Fadhlullah: TKD Tak Lagi Dipotong Kritik itu mencuat menyusul beredarnya video Bupati Rudi Susmanto yang mengajak masyarakat menjaga keamanan demi mewujudkan Bogor yang adil dan makmur.
Rizwan menilai narasi tersebut hanyalah pencitraan karena kondisi birokrasi tengah menghadapi persoalan finansial serius.
Baginya, keamanan yang hakiki mencakup kepastian hukum dan kepastian pembayaran dari negara.
Rizwan juga menyoroti peran Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rohmat Jatnika yang disebutnya harus bekerja ekstra keras untuk memadamkan persoalan kas kosong ini.
Ia mengibaratkan kondisi Pemkab Bogor saat ini seperti "sebuah kapal yang terlihat tenang di permukaan, namun ruang mesinnya sudah mulai kemasukan air."
KBB memperingatkan bahwa keterlambatan pembayaran yang terus berlarut berpotensi memicu keresahan sosial.
Kondisi di mana kontraktor kecil menjerit dan pekerja harian tidak menerima gaji dapat menjadi bom waktu bagi stabilitas daerah.
Rizwan mendesak Pemkab Bogor bersikap transparan mengenai kondisi keuangan dan menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar memberikan instruksi melalui mikrofon.
Sebelumnya, sejumlah kontraktor mendatangi Kantor Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk menagih pembayaran pekerjaan yang telah selesai 100 persen.