SERDANG BEDAGAI —Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, kini memiliki akses vital baru.
Jembatan gantung sepanjang 40 meter yang membentang di Dusun IV resmi selesai dibangun dan disambut suka cita oleh warga, Sabtu (10/1/2026).
Infrastruktur ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengandalkan jembatan bambu yang rentan hanyut saat sungai meluap.
Baca Juga: Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Beri Uang Lauk Rp 15 Ribu per Hari untuk Pengungsi Kepala Desa Silau Padang, Rajali Purba, menuturkan bahwa pembangunan jembatan ini telah menjadi aspirasi warga sejak Musrenbang Desa 2021.
"Sebelumnya, masyarakat menyeberang sungai dengan jembatan bambu yang sangat berisiko, apalagi saat musim hujan. Sekarang, akses lebih aman dan permanen," ujarnya dalam sambutannya pada acara syukuran sederhana yang digelar setelah peresmian jembatan.
Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat desa.
Warga pun menggelar makan bersama secara gotong royong, menandai kebersamaan dan rasa syukur atas terselesaikannya pembangunan yang dibiayai melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2024.
Sugiman dan M. Yakup Situmorang, perwakilan warga, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya Bupati Darma Wijaya dan Dinas PUPR, atas dukungan penuh dalam proyek ini.
Menurut mereka, jembatan gantung ini bukan sekadar simbol, tetapi juga mempermudah mobilitas harian masyarakat serta distribusi hasil pertanian.
Kawasan perkebunan sawit seluas 750 hektare yang menghasilkan sekitar 20 ton kelapa sawit kini memiliki akses yang lebih lancar, yang diharapkan meningkatkan produktivitas dan efisiensi distribusi.
Meski jembatan telah selesai, kondisi jalan menuju jembatan dan jalur setelahnya masih memerlukan perhatian.