MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, meminta seluruh kabupaten/kota terdampak bencana longsor dan banjir untuk segera merampungkan pendataan By Name By Address (BNBA) bagi Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Targetnya, seluruh data harus masuk ke pemerintah provinsi paling lambat minggu ini.
Menurut Bobby, sebagian data BNBA sudah diserahkan ke pemerintah pusat, namun masih ada daerah yang belum melaporkan.
Baca Juga: Topan Ginting Diduga Terima Rp 2 Miliar dari Kontraktor, KPK Hadirkan Lima Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan "Pendataan difokuskan. Yang pasti data sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat, tapi ada yang belum. Targetnya minggu ini harus sudah masuk semua," kata Bobby Nasution, Jumat (9/1/2026).
Bobby menambahkan, sebagian desa masih terisolir sehingga pendataan di lapangan berjalan sedikit sulit, meski pembaruan data terus dilakukan.
Data yang telah dikirim kini sudah memasuki tahap verifikasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pasca bencana, sekitar 30 ribu rumah warga di Sumut mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi Rp 60 juta per rumah untuk membantu warga membangun kembali hunian mereka.
Namun besaran anggaran ini masih dapat berubah menunggu proses pendataan final bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk Sumut, pembangunan 648 unit Huntap dan 30 unit Huntara telah dimulai, dengan target selesai awal tahun ini. Rinciannya:- Sibolga: 200 unit Huntap di area GOR Olahraga Sibolga- Tapanuli Tengah (Tapteng): 118 unit di Kawasan Asrama Haji Pinangsori- Tapanuli Utara (Taput): 103 unit Huntap di Desa Sibalanga, 30 unit Huntara- Tapanuli Selatan (Tapsel): 227 unit Huntap di Kebun Hapesong PTPN IV
Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meninjau lokasi pembangunan Huntap untuk memastikan proses berjalan sesuai rencana.
Bobby menekankan bahwa percepatan pendataan dan pembangunan hunian menjadi prioritas agar warga terdampak bencana dapat segera menempati hunian layak.