DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat langkah mitigasi banjir melalui kolaborasi dengan pengembang dan institusi pendidikan di kawasan terdampak.
Langkah ini menjadi respons terhadap keluhan warga Desa Bandar Khalifah, Lau Dendang, Saentis, dan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kerap mengalami genangan air hingga berhari-hari saat hujan deras, khususnya pada Desember 2025 lalu.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menekankan bahwa setiap pembangunan harus memperhatikan dampak lingkungan, seperti bertambahnya debit air dan berkurangnya daerah resapan.
Baca Juga: Polda Aceh Bangun 221 Sumur Bor untuk Pemulihan Pascabencana, Masyarakat Diharap Rawat Bersama "Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak menolak investasi, tetapi setiap pengembang harus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Jangan hanya mengambil keuntungan, sementara risiko dibebankan ke masyarakat dan pemerintah," tegasnya dalam pertemuan dengan perwakilan Methodist, Universitas Negeri Medan (Unimed), CitraLand, dan Jewel Garden, Rabu (7/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya embung atau kolam retensi, pelebaran saluran drainase, dan koneksi sistem pembuangan air hingga hilir untuk setiap proyek perumahan berskala besar.
Ia menegaskan, izin pembangunan tidak akan diberikan jika pengembang gagal memenuhi persyaratan lingkungan.
Selain aspek lingkungan, Bupati Asri Ludin juga menyoroti pengelolaan sampah, penataan lalu lintas, dan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Wabup Lom Lom Suwondo menambahkan, pengembang diharapkan berperan aktif dalam pengelolaan sampah dan mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
"Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkolaborasi. Jangan ada proteksi terhadap petugas yang melakukan pendataan dan penilaian objek pajak. Ini demi kepentingan kita bersama," kata Wabup.
Keduanya juga mengingatkan pentingnya memperkecil kesenjangan antara kawasan perumahan mewah dengan lingkungan masyarakat sekitar.
Jika pengembang mampu, diharapkan turut memperbaiki jalan dan fasilitas umum yang bersinggungan langsung dengan proyek.