BANDA ACEH — Presiden Prabowo Subianto menyatakan adanya minat dari pihak swasta untuk mengelola material lumpur sisa banjir dan tanah longsor di Aceh.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA membenarkan adanya ketertarikan dari pihak swasta tersebut. Ia mengatakan minat itu telah disampaikan langsung kepada Gubernur Aceh.
Baca Juga: Prabowo Absen Ketua Umum Partai Koalisi di Retret Kabinet Hambalang, Ini Alasannya! "Iya benar, memang ada pihak swasta yang menyampaikan minat untuk mengelola material lumpur sisa banjir dan tanah longsor di Aceh," kata MTA, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut MTA, Presiden Prabowo menyambut positif inisiatif tersebut. Namun, pemerintah belum dapat merealisasikannya dalam waktu dekat karena masih menunggu kajian menyeluruh dari kementerian dan lembaga terkait.
"Presiden memang menyambut positif, tetapi mekanisme, skema kerja sama, serta regulasinya harus dikaji lebih dulu. Kita menunggu hasil analisis dari seluruh K/L terkait," ujar MTA.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan material lumpur pascabencana merupakan bagian dari proses pemulihan yang tidak terpisahkan, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi masyarakat terdampak.
"Ini bagian dari pemulihan pascabencana. Karena itu harus ditangani secara komprehensif dan tidak tergesa-gesa," kata dia.
MTA menambahkan, Pemerintah Aceh akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan baru terkait rencana pengelolaan material lumpur tersebut.
"Nanti jika ada perkembangan terbaru, akan kami sampaikan kembali," ujarnya.*
(sr/ad)