PADANGSIDIMPUAN – Tumpukan sampah sisa perayaan Tahun Baru 2026 masih terlihat berserakan di seputaran Masjid Al Abror, salah satu ikon reliji dan budaya Kota Padangsidimpuan.
Kondisi ini terlihat sejak 1 hingga 2 Januari 2026, menimbulkan keprihatinan warga dan pemerhati kota.
Bunga, seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa sampah yang terdiri dari sisa makanan dan minuman pengunjung menumpuk di sepanjang jalan menuju masjid.
Baca Juga: BRI Salurkan Bantuan Tunai Rp1,8 Juta per KK untuk Korban Bencana Batangtoru "Sudah dua hari sampah tidak terangkut. Ini sangat mengganggu pemandangan dan kebersihan lingkungan sekitar," kata Bunga, Jumat (2/1/2026).
Masjid Al Abror dikenal tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ikon bersejarah dan simbol identitas Kota Padangsidimpuan.
Keberadaan tumpukan sampah, menurut pemerhati kota, mencoreng citra masjid sekaligus mengurangi daya tarik kota bagi wisatawan.
"Kalau berbicara ikon, itu harus dijaga dari nilai sejarah, fisik, hingga kebersihannya. Keindahan, keamanan, dan kerapian adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat lokal, maupun pengunjung," ujar pemerhati kota Padangsidimpuan.
Masalah bertumpuknya sampah ini juga diduga terkait dengan berkurangnya pekerja kebersihan honorer yang dirumahkan pasca pandemi.
"Kapasitas petugas kebersihan berkurang, sehingga pengangkutan sampah tidak maksimal," ungkap pemerhati tersebut.
Pemerintah kota diharapkan segera menindaklanjuti kondisi ini, dengan menambah frekuensi pengangkutan sampah dan menempatkan petugas tambahan agar ikon religi Kota Padangsidimpuan tetap bersih dan nyaman dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.*
(Rahmad Nst)