KARO - Pemerintah Kabupaten Karo menggelar doa bersama lintas agama pasca bencana alam yang melanda wilayah Sumatera Utara sekaligus menyambut Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Jambur Pemerintah Kabupaten Karo, Selasa (30/12/2025), dihadiri oleh tokoh agama, tokoh adat, pejabat daerah, serta masyarakat setempat.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat, terdampak banjir dan tanah longsor.
Baca Juga: Fokus Ketahanan Pangan dan Hilirisasi, Bupati Karo Paparkan Blue Print Pertanian Hingga 2029 di Kementerian RI Bencana tersebut menimbulkan kerugian materiil sekaligus duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada korban bencana.
Ia menekankan bahwa doa bersama lintas agama merupakan wujud nyata persaudaraan, toleransi, dan kepedulian antarsesama.
"Doa bersama lintas agama yang dilaksanakan hari ini mencerminkan semangat kebersamaan. Dalam perbedaan keyakinan, kita tetap bersatu dalam doa, kepedulian, dan rasa kemanusiaan," ujar Bupati.
Bupati berharap doa bersama ini dapat memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, agar Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo, senantiasa terhindar dari bencana, serta dianugerahi kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan.
Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., Sekda Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., unsur Forkopimda Kabupaten Karo, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para pejabat perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, relawan, dan diikuti sebagian peserta secara daring melalui zoom meeting.
Melalui doa lintas agama ini, Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan pentingnya persatuan, saling menopang, dan membangun kembali kehidupan pasca bencana, sekaligus memupuk semangat kebersamaan menjelang Tahun Baru 2026.*
(ad)