TAPANULI SELATAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan segera membangun 1.006 unit rumah bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Pembangunan hunian dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPUPR) dengan prioritas bagi korban yang kehilangan rumah sepenuhnya.
"Kita sudah mengkategorikan rumah rusak ringan, rusak berat, dan rumah hilang. Rumah hilang akan menjadi prioritas pada tahap awal," ujar Bobby Nasution usai meninjau pembangunan Jembatan Aek Garoga dan Desa Garoga, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Pascabanjir Aceh, Pendidikan Harus Dipulihkan dengan Kebijakan Luar Biasa Pada tahap awal, pembangunan hunian ditargetkan selesai pada awal 2026 sehingga warga yang sempat mengungsi bisa segera menempati rumah baru.
Tahap berikutnya akan menyasar rumah dengan kerusakan berat dan ringan.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, menyatakan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di Desa Hapesong untuk membangun 227 unit rumah bagi korban bencana.
"Kami harap pembangunan ini bisa meringankan beban masyarakat terdampak bencana," kata Gus Irawan.
Selain itu, Bobby Nasution juga meninjau lokasi pembangunan rumah korban banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni di lahan Asrama Haji, Kecamatan Pinangsori.
Selanjutnya, rencana pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara akan segera ditinjau untuk memastikan kesiapan lahan dan pelaksanaan konstruksi.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan hunian layak dan mengurangi dampak bencana bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan infrastruktur di wilayah rawan bencana.*
(ad)