BANDA ACEH – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, meminta seluruh jajaran menteri memberikan informasi yang akurat dan objektif kepada Presiden Prabowo Subianto terkait bencana yang melanda Tanah Rencong.
Pernyataan ini muncul menyusul beberapa laporan pejabat pusat yang menuai kecaman publik karena dinilai tidak sesuai fakta.
Menurut Muhammad MTA, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap penanganan bencana di Aceh.
Baca Juga: TNI AD Hadir di Tengah Banjir Sumut, Perwira Akmil 2011 Kirim Sembako dan Obat-obatan Sejauh ini, Presiden telah dua kali mengunjungi wilayah terdampak, termasuk Aceh Tenggara dan Bireuen.
"Namun demikian, kami sangat berharap kepada seluruh pejabat pusat untuk memberikan informasi faktual dan objektif kepada presiden, karena hal ini terkait langkah dan kebijakan presiden terhadap upaya penanganan darurat dan pemulihan Aceh pasca-bencana," ujar Muhammad MTA, Kamis (11/12/2025).
"Kepada para menteri, cintailah niat baik presiden untuk rakyatnya dengan memberikan informasi utuh dan objektif agar Aceh cepat pulih. Berikan informasi dan data-data akurat," lanjutnya.
Ia mencontohkan adanya pernyataan sebelumnya mengenai pemulihan listrik dan komunikasi yang tidak sesuai fakta, yang kemudian menghadapi kritik publik.
Menurutnya, pemerintah Aceh merasa lelah menghadapi kontroversi akibat informasi yang tidak akurat tersebut.
Presiden Prabowo direncanakan akan kembali mengunjungi Aceh, termasuk meninjau banjir di Aceh Tamiang dan melakukan pemantauan beberapa daerah terdampak dari udara.
Muhammad MTA berharap kunjungan kali ini akan memberi presiden informasi yang lebih objektif tentang kondisi bencana.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh karena belum seluruh akses listrik pulih, meski sebelumnya dilaporkan 93% pelanggan telah kembali teraliri listrik.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, juga meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut pemulihan listrik sudah mencapai 93%.*