KABANJAHE – Pemerintah Kabupaten Karo melangkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi masyarakat.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, SP., dan Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., mengukuhkan Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, sebagai Bunda Literasi Kabupaten Karo.
Acara pengukuhan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo, Kamis (11/12).
Baca Juga: 4.000 Peserta Bersatu Tolak Narkoba dalam Apel Akbar 2025, Bupati Karo: Pemuda Adalah Harapan Bangsa Bupati Karo menegaskan pentingnya literasi dalam membangun sumber daya manusia unggul.
"Gerakan literasi akan kuat jika dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak," ujarnya.
Ia menambahkan, PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyosialisasikan visi dan misi pembangunan melalui masyarakat yang cakap dan literat.
Dalam mendukung gerakan literasi, Pemkab Karo merancang sejumlah langkah strategis:- Menguatkan perpustakaan daerah sebagai pusat literasi modern.- Mengaktifkan perpustakaan desa dan rumah baca masyarakat dengan bahan bacaan relevan.- Memberikan pelatihan bagi pengelola literasi di desa dan kecamatan.- Mengembangkan program literasi digital bagi masyarakat.- Mendorong dunia usaha (CSR) untuk mendukung pengadaan buku dan fasilitas literasi.
Acara pengukuhan juga disertai Seminar Parenting bertema "Pola Asuh Dalam Keluarga", yang dipandu oleh pegiat literasi lokal, Bapak Elpis Brahmana dan Bapak Atmaja Sembiring.
Ny. Roswitha Antonius Ginting, selaku Bunda Literasi, menekankan bahwa pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya baca dan belajar di Kabupaten Karo.
"Ini bentuk keseriusan kita membangun SDM Karo menuju Karo Unggul melalui literasi," ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Plt. Kadis Perpustakaan dan Arsip Kab. Karo, para camat, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, serta penggiat literasi lokal.
Gerakan literasi yang dimulai dari keluarga hingga komunitas ini diharapkan dapat mendorong budaya belajar masyarakat Karo, sekaligus membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan produktif.*