MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berencana menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pelatihan investasi pasar modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut.
Langkah ini disebut sebagai upaya mendorong ASN mencari sumber pendapatan legal sekaligus mencegah keterlibatan mereka dalam judi online (judol) dan aktivitas ilegal lainnya.
Bobby memaparkan inisiatif tersebut saat menerima audiensi Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis, 20 November 2025.
Baca Juga: Mengatasi Keterbatasan Anggaran, Sumut Inisiasi Kerja Sama Bank Daerah se-Sumatera "Saya harap OJK bisa mengajak ASN kami ke pasar modal. Latih mereka agar mahir, ketimbang main judol atau kegiatan tidak legal. Mohon diarahkan, misalnya dibuatkan kelas," ujar Bobby.
Menurutnya, banyak masyarakat Sumut, termasuk ASN, yang tertarik terjun ke pasar modal namun belum memiliki pengetahuan memadai.
Kurangnya literasi kerap membuat mereka mengalami kerugian, yang oleh sebagian masyarakat disebut sebagai "uang sekolah".
OJK mencatat bahwa pasar modal Sumut termasuk salah satu yang terbaik secara nasional.
Bahkan, pasar modal syariah Sumut lima kali dinobatkan sebagai yang terbaik di Indonesia.
Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien menyambut baik permintaan Pemprov Sumut tersebut.
Ia menyatakan kesiapan OJK memperluas edukasi pasar modal bagi ASN maupun masyarakat umum.
"Kami siap membantu meningkatkan literasi pasar modal. Pertumbuhan pasar modal syariah di Sumut termasuk yang tertinggi secara nasional, dan kami berharap ini terus meningkat," ujar Khoirul.
Pemprov Sumut menilai peningkatan literasi keuangan ASN dapat berdampak ganda: mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih dari aktivitas berisiko seperti judol.