KARAWANG, – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, kembali meninjau Desa Karangligar, Teluk Jambe Barat, Karawang, Kamis (20/11).
Desa yang selama lebih dari dua dekade kerap terdampak banjir ini menjadi fokus perhatian DPR dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Kunjungan kali ini dilakukan bersama sejumlah anggota Komisi V DPR dan pihak Kementerian PUPR untuk melihat lokasi rencana pembangunan pintu air dan tanggul yang diyakini mampu mengatasi akar masalah banjir.
Baca Juga: Penganiayaan Remaja Disabilitas di Karawang: Satu Tersangka Honorer Kecamatan yang Diusulkan PPPK Paruh Waktu "Sebenarnya sudah tahun yang lalu kita mencari solusi. BBWS Citarum dan Kementerian PU akhirnya melihat lapangan, kita berkomitmen membangun pengendali banjir yang mulai tahun ini dikerjakan. Sehingga tahun depan bisa terselesaikan akar masalah dari banjir ini," ujar Saan dalam keterangan tertulis.
Saan menekankan, banjir di Karangligar tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga nasional.
Kabupaten Karawang merupakan salah satu lumbung pangan andalan Indonesia, sehingga banjir mengancam produksi beras nasional.
Ia berharap pembangunan infrastruktur pengendali banjir dapat segera rampung, sehingga warga bisa kembali beraktivitas tanpa khawatir kehilangan hasil kerja keras mereka.
"Harapannya tentu masyarakat terbebas banjir sehingga mereka punya kepastian menjalankan kehidupannya," kata Saan.
Berdasarkan catatan, frekuensi banjir di Karangligar mencapai 20–30 kali per tahun, dan bisa meningkat hingga 4–5 kali sebulan saat musim hujan.
Dampaknya sangat signifikan terhadap sektor pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Pemerintah daerah bersama DPR dan Kementerian PUPR menargetkan infrastruktur pengendali banjir ini dapat mulai memberikan manfaat pada 2026, sebagai langkah nyata mengurangi risiko banjir yang telah menjadi masalah panjang warga Karangligar.*
(d/dh)