BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menjanjikan tambahan anggaran sebesar Rp 8 triliun untuk Aceh pada tahun 2026.
Pernyataan itu disampaikan Mualem usai penutupan rapat paripurna DPR Aceh, Jumat sore, 14 November 2025.
Mualem menyebut pertemuan dengan Prabowo berlangsung selama tiga jam pada Kamis malam.
Baca Juga: Brimob Polda Aceh Rayakan HUT ke-80, Kapolda Tegaskan Kehadiran Humanis untuk Masyarakat Meski enggan membeberkan lokasi pertemuan, ia mengatakan banyak persoalan Aceh yang disampaikan langsung kepada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
"Semalam Pak Prabowo menambah uang untuk Aceh di 2026 sebanyak Rp 8 triliun. Dan diberikan dana hibah Rp 2 triliun untuk mantan kombatan GAM," kata Mualem yang langsung disambut tepuk tangan para anggota dewan.
Selain anggaran tambahan, Mualem mengatakan Presiden juga menjanjikan dana hibah khusus sebesar Rp 2 triliun untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Ia meminta jajaran pemerintah Aceh untuk menelusuri waktu masuknya dana tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mualem turut membeberkan beberapa proyek strategis yang disebut disepakati pemerintah pusat.
Di antaranya pembangunan terowongan Geureutee di Aceh Jaya yang ditargetkan rampung pada 2028, perbaikan sejumlah dermaga nelayan, serta empat ruas jalan utama yang diminta segera dibenahi.
"Kita garis bawahi, apa yang Aceh perlukan akan diberikan. Apa yang mau kita bangun, akan didukung," ujar Mualem dalam bahasa Aceh.
Pernyataan Mualem itu muncul setelah sejumlah anggota DPR Aceh melakukan interupsi pasca-rapat paripurna.
Namun, suasana kembali kondusif ketika Gubernur Aceh menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden.*